Investasi Google dan BlackRock untuk Energi Hijau di Asia Pasifik

Dalam menghadapi krisis iklim global yang semakin mendesak, peralihan menuju energi hijau menjadi fokus utama bagi dua perusahaan raksasa dunia, Google dan BlackRock. Kedua perusahaan ini baru-baru ini mengumumkan komitmen mereka untuk mempercepat transisi ke energi terbarukan di wilayah Asia Pasifik melalui investasi besar-besaran.

Kepala Global Energi Pusat Data Google, Amanda Peterson Corio menjelaskan bahwa perjalanan untuk mencapai tujuan emisi nol bersih pada tahun 2030 sangatlah menantang. Ini membutuhkan upaya komersial dan perubahan sistem energi yang lebih luas, termasuk penciptaan peluang energi baru yang ramah lingkungan di wilayah-wilayah yang masih dalam tahap awal dekarbonisasi.

Google juga mengumumkan kemitraan strategis dengan Infrastruktur Iklim BlackRock untuk mendukung pengembangan jaringan pipa surya baru dengan kapasitas 1 gigawatt (GW) di Taiwan. Langkah ini bertujuan untuk memajukan energi bersih dalam jaringan listrik lokal dan mendukung tujuan bebas karbon 24/7 yang dikejar oleh Google sendiri.

Menurut Amanda, banyak negara di Asia Pasifik menghadapi tantangan unik dalam meningkatkan energi baru bebas karbon, termasuk keterbatasan lahan dan rendahnya ketersediaan sumber daya angin dan surya yang dapat diperluas secara komersial.

Hal ini menunjukkan pentingnya peran perusahaan dalam mengembangkan strategi baru untuk mempromosikan teknologi dekarbonisasi penuh dalam sistem kelistrikan regional.

Besaran investasi yang dilakukan Google dan BlackRock di Asia Pasifik untuk energi hijau tidak diungkapkan secara publik, namun investasi ini akan tunduk pada persetujuan regulasi yang diperlukan. Investasi tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai modal pengembangan yang vital menuju jaringan proyek surya baru berkapasitas 1 GW, yang akan menjadi katalisator untuk pembiayaan ekuitas dan utang yang penting bagi proyek-proyek tersebut.

Dengan langkah ini, Google dan BlackRock berharap dapat memainkan peran penting dalam mempercepat transisi ke energi hijau di Asia Pasifik, serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang saat ini mendominasi sebagian besar pasokan energi di wilayah ini.

Demikian informasi seputar perkembangan energi hijau di Asia Pasifik. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Postmineral.Com.