Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan transisi energi Indonesia, mengingat ketergantungannya yang tinggi pada pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU).
Pada September 2023, PT PLN (Persero) mengambil langkah signifikan dengan menutup sebagian boiler di PLTU Suralaya, Banten, yang merupakan pembangkit batubara tertua dan terbesar di negara ini. Langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi polusi di Ibu Kota Jakarta, yang sempat menyebabkan Presiden Joko Widodo mengalami batuk akibat kabut asap.
Namun, meski langkah transisi energi Indonesia mencuri perhatian, tantangan utama tetap ada. Sebanyak 15 pembangkit listrik lain di sekitar Jakarta terus menghasilkan polusi, menambah kesulitan Indonesia dalam mencapai target iklim global.
Pemerintah Indonesia berencana untuk menutup 135 PLTU batubara lebih awal, namun hal tersebut menghadapi hambatan besar, baik dari segi ekonomi maupun politik.
Di sisi lain, Indonesia harus terus melangkah menuju target iklim, yang menyebutkan bahwa dua pertiga dari pasokan listrik negara ini harus berasal dari energi terbarukan pada 2040.
Namun, meski ada dukungan internasional dalam bentuk Just Energy Transition Partnership (JETP), dengan janji dana sebesar 20 miliar dolar AS, implementasi transisi ini masih jauh dari kenyataan. Hingga kini, hanya 500 juta dolar AS yang terealisasi, dan belum ada PLTU yang ditutup sesuai perjanjian.
Pemerintah Indonesia juga merencanakan untuk mempensiunkan PLTU Cirebon 1 pada 2035, tujuh tahun lebih awal dari rencana semula, dengan dukungan dari Bank Pembangunan Asia (ADB). Selain transisi energi Indonesia, pemerintah juga mengembangkan proyek energi surya, dengan kapasitas lebih dari 500 MW di beberapa lokasi.
Namun, transisi menuju energi terbarukan di Indonesia masih penuh tantangan. Sumber daya energi terbarukan seperti surya memiliki keterbatasan, dan investasi untuk pengalihan dari batubara ke energi hijau memerlukan waktu dan dana yang cukup besar.
Demikian informasi seputar pertumbuhan transisi energi Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Postmineral.Com.