Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kanan) berbincang dengan Direktur Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati (kiri) pada seminar nasional kajian tengah tahun Indef 2016 di Jakarta , Rabu (27/7). Seminar yang bertema Evaluasi Paket, Evaluasi Ekonomi tersebut membahas tentang perjalanan ekonomi Indonesia selama separuh tahun 2016 termasuk capaian dan kekurangannya. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/ama/16

Nilai investasi yang masuk ke Indonesia per kuartal II – 2018 hanya terlcatat tumbuh 5,87 persen. Jika melihat angka ini jauh lebih rending dibandingkan dengan kuartal I- 2018 yang mengalami pertumbuhan hingga mencapai 7,95 persen.

Enny Sri Hartarti  selaku Direktur Institute for Development of Economic and Finance (Indef), menjelaskan bahwa ini terjadi karena beberapa faktor dan yang paling terasa adalah sebagian investor masih untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Katanya, banyak pihak yang mensinyalir melambatnya pertumbuhan investasi ini dikarenakan tahun politik yang sedang dihadapi Indonesia. Namun, sebenarnya bukan sepenuhnya karena hal itu.

“Jadi ada beberapa hambatan bagi investor itu. Pertama terbesar itu perizinan, kedua soal suku bunga dan ke tiga mengenai kondisi infrastruktur,” kata Enny di kantornya, Rabu (8/8).

Menurut Enny, menurunnya investasi tersebut merupakan indikasi awal respons dunia usaha mengenai kebijakan pemerintah. Apalagi dari Indeks Tendensi Bisnis (ITB) yang dikeluarkan Bank Indonesia untuk kuartal III-2018 mengalami penurunan jika dibandingkan ITB kuartal II-2018, yaitu dari 112,82 menjadi 106,05.

Terbukti, pertumbuhan lima sektor industri prioritas pemerintah seperti industri makanan dan minuman, industri otomotif serta tekstil dan pakaian jadi turun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

“Jadi masalahnya itu pemerintah harus lebih menekankan lebih kepada pemerintah daerah mengenai deregulasi ini. Ini harus bener-bener dijalankan sampai ke daerah, sehingga realisasi investasi itu cepa,” paparnya.

Dilihat dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebenarnya banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya. Namun begitu menghadapi perizinan, investasi mereka menjadi tertunda.

Berbagai kebijakan yang memang diharapkan mampu menarik investasi dari asing memang belum berjalan dengan baik. Pemerintah harus bisa melihat keraguan ini sebagai salah satu hal yang harus dibenahi. Bahkan Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN terus mencoba untuk membujuk para investor asing untuk mau mengucurkan investasinya di Indonesia.

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengikuti forum investasi international dan bertemu dengan investor asing untuk memeprlihatkan potensi apa saja yang ada di Indonesia sebagai lahan investasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here